Menu
Toko Online Sudah Mendukung Fitur Ongkos Kirim Otomatis Yang Lengkap JNE/WAHANA/POS/TIKI/SICEPAT DLL

Valentino Rossi, Sang Legenda Moto GP

Nov
09
2016
by : admin. Posted in : Artikel

Siapa yang tidak kenal dengan Valentino Rossi? Pembalap legendaris Moto GP ini memang sangat fenomenal lewat aksinya di atas lintasan balap. Pembalap yang terkenal dengan sebutan The Doctor ini memang sangat fenomenal dengan raihan 9 gelar juara dunia dimana 7 diantaranya diraih di kelas paling bergengsi yakni kelas Moto GP. Sedangkan 2 gelar lain diperoleh di kelas 125 cc dan 250 cc.

The Doctor merupakan pembalap kelahiran Italia tepatnya di daerah Urbino pada 16 Februari 1979. Urbino adalah salah satu provinsi di Italia yang termasuk kota pariwisata. Di sana terdapat berbagai seni dan arsitekturnya yang indah peninggalan masa kejayaan Rennaisance. Urbino bahkan dapat ditemukan di halaman website UNESCO, dan Valentino Rossi tentunya beruntung karena telah dilahirkan di kota yang indah ini.

 Valentino Rossi

Sisi Lain dari Kehidupan The Doctor

Darah pembalap memang sudah mengalir dalam Valentino Rossi. Ayahnya, Graziano Rossi adalah mantan pembalap GP 250 cc, tentunya hal tersebut membuat pembalap yang dijuluki “The Doctor” ini sudah akrab dengan dunia balap sejak kecil. Anggota keluarga Rossi yang lainnya adalah sang ibu Stefania, yang sebenarnya khawatir dengan Rossi kecil yang sudah menyukai dunia balap sejak umur 5 tahun karena dunia balap tentunya berbahaya dengan segala resiko kecelakaan dan tabrakan. Maka mustahil seorang ibu tidak khawatir dengan anaknya. The Doctor sendiri memiliki satu orang saudara laki-laki bernama Luca Marini dan satu orang saudara perempuan bernama Clara.

Meskipun mencintai dunia balap terutama moto GP, pasti ada saat dimana pembalap fenomenal ini ingin melakukan hobi lain. Nah, dilahirkan di Italia memang tidak secara otomatis membuat seseorang menyukai segala sesuatu di negeri tersebut. Namun, hobi lain sang pembalap ternyata masih berkaitan dengan olahraga lain yang menjadi keunggulan Negeri Menara Pisa ini, yaitu sepakbola. Bahkan di salah satu acara kemenangannya di Moto GP, tepatnya di GP Sachsenring Jerman, The Doctor memakai  jersey Timnas Italia milik teman dekatnya Materazzi yang kala itu menjuarai Piala Dunia 2006 di Jerman. Bahkan Rossi yang merupakan tifosi Inter Milan kerap menonton tim kesayangannya itu secara langsung di Stadion Giussepe Meazza, Milan.

Selain sepakbola, kira-kira apa hobi lain yang terpikirkan? Tanpa diduga jawabannya adalah anjing. Ya, Valentino Rossi ini adalah pecinta anjing yang bahkan pernah menjadikan anjingnya sendiri Guido, sebagai maskot yang stikernya ditempelkan di jok motor dan helm miliknya. Bulldog Inggris ini telah dipeliharanya sejak tahun 2000, akan tetapi sayangnya, Guido meninggal di tahun 2008 setelah GP Australia berlangsung. Namun, tidak kapok-kapok karena sangat menyukai anjing, Rossi sekarang memiliki sepasang anjing jantan dan betina bernama Cesare dan Cecilia.

Bagi para penggemar Moto GP tentunya mengetahui bagaimana sepak terjang Rossi sampai harus berpindah-pindah dari tim satu ke tim lainnya bagaikan transfer pemain dalam sepak bola. Namun, tidak berlebihan bahwa hal tersebut berbuah manis dengan kenyataan bahwa Rossi merupakan pembalap terhebat di abad 21.

Sejarah Salah Satu Legenda Otomotif Abad 21

Valentino Rossi pertama kali memenangkan balapan pertamanya di tahun 1997 bersama tim Aprillia di kelas 125cc. Di tim pertamanya ini, Rossi dijuluki “Rossifumi” karena sangat mengagumi pembalap asal Negeri Sakura, Abe Norifumi atau yang lebih dikenal dengan Norrick Abe. Setelah memenangkan kategori 125cc Rossi mencoba kategori 250cc, di mana kemenangannya terulang lagi di tahun 1999. Sayangnya, Rossi memutuskan meninggalkan Tim Aprillia karena “dipinang” oleh Honda.

Di Tim Honda, Rossi masuk ke kategori 500cc. Mulai dari kategori inilah, nama Valentino Rossi mulai dikenal dunia karena rekor-rekor yang diciptakannya. Dimulai dari kemenangannya di Kejuaraan Dunia  tahun 2001, hingga berturut-turut memenangkan kejuaraan dunia Moto GP tahun 2002, berlanjut ke tahun 2003, 2004, sampai ke 2005, meskipun pada tahun 2004 dan 2005 Rossi telah resmi pindah ke Tim Yamaha. Rekor yang diraihnya ini membuatnya mengakhiri era Michael Doohan dan mengawali eranya sendiri. Dan di sinilah beliau mulai dijuluki sebagai “The Doctor” karena kutipan kalimatnya yang terkenal: “Pada balapan di kelas 500cc tidak lagi butuh superhero, yang lebih diperlukan adalah ketenangan, tetap kalem, serta pemikiran seperti dokter”

Setelah menjuarai Kejuaraan Dunia di empat kategori selama tujuh tahun karirnya, bersama Tim Yamaha, Rossi merebut kembali juara dunia di tahun 2008 hingga 2010. Hal yang sangat disayangkan terjadi lagi. Valentino Rossi mengalami ketegangan dengan rekan timnya sehingga memilih meninggalkan Tim Yamaha dan bergabung dengan Tim Ducati pada tahun 2011. Akan tetapi saat-saat bekerja sama dengan Tim Ducati performa Rossi menurun. Hingga tahun 2013, Rossi kembali kepada Tim Yamaha hingga sekarang. Meski mengalami pasang surut, Rossi mempertahankan posisi bersama dengan juara otomotif lain yaitu Jimmie Johnson (NASCAR), Sebastian Loeb (WRC), dan Michael Schumacer (F1) menjadi legenda otomotif di abad 21.

Sebagai pembalap, tidak jarang Rossi menjadi Brand Ambassador. Salah satunya untuk timnya sendiri yaitu Yamaha, yang bahkan rela syuting iklan untuk iklan yang tayang di Indonesia. Bahkan The Doctor belum lama ini datang ke Indonesia dalam acara launching produk terbaru dari pabrikan berlogo Garpu Tala itu. Lalu ada merek pakaian Dainese dari negerinya sendiri, Italia. Selanjutnya masih ada helm AGV dan pernah menajdi Brand Ambassador merek sepatu Alpinestars. Rossi juga cenderung sangat disukai oleh timnya karena selalu membawa tawa dan ramah terhadap penggemar. Tidak jarang beliau melakukan perayaan bersama dengan penggemarnya hingga parade di sirkuit. Namun, demikian, sebagai entertainer Rossi justru tetap rendah hati dan menjaga kehidupannya dari publik.

 Valentino Rossi

Apa pelajaran yang bisa diambil dari sang legenda hidup Valentino Rossi? Juara tidak selalu mengalami kemenangan, ada pasang surut di setiap liku kehidupannya. Seperti saat Rossi dikalahkan Casey Stoner tahun 2007 dan sempat mengalami kemunduran saat bergabung dengan Tim Ducati. Tidak ada yang dapat menyangka hal-hal semacam itu. Namun, hidup memang tidak bisa ditebak, kadang berada di atas dan kadang berada di bawah. Bahkan seorang Rossi pun dapat mengalami kemunduran hanya karena anjing peliharaannya meninggal, namun hal tersebut justru menjadi trademarknya. Jika Anda masih ingat, di tahun 2015 terdapat kasus di mana Rossi bersitegang dengan pembalap asal Honda, Marc Marquez. Yang berujung pada insiden saling menuntut dan akhirnya Rossi mendapatkan hukuman penalti yang membuatnya gagal menjuarai GP di thaun tersebut.

Namun, yang membuat Rossi menjadi petarung yang kuat adalah tekad dan kerja keras. Di kala anak-anak seusianya bermain, Rossi kecil justru dengan tekun berlatih agar bisa menjadi pembalap yang hebat. Dan lihatlah di mana seorang Valentino Rossi sekarang di mata dunia? 86 kemenangan selama Kejuaraan Dunia Moto GP di kategori 500cc, dan total keseluruhan 112 kali menang balapan yang pernah diikuti, julukan Legenda Hidup sama sekali bukan isapan jempol belaka bukan? Ditambah dengan raihan 9 gelar juara dunia yang tentunya sulit disamai oleh pembalap lainnya saat ini.

Berlangganan PenjualWeb.Com via Email

Masukkan alamat e-Mail Anda untuk berlangganan artikel website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan artikel baru publish melalui e-Mail anda.

Purwakarta
087776085557
admin[at]penjualweb.com