Menu
Toko Online Sudah Mendukung Fitur Ongkos Kirim Otomatis Yang Lengkap JNE/WAHANA/POS/TIKI/SICEPAT DLL

Pesona Keindahan Gunung Raung Jawa Timur | Puncak Sejati

Nov
16
2016
by : admin. Posted in : Artikel

Gunung Raung terletak di Jawa Timur dan menjadi salah satu gunung yang masih aktif hingga sekarang. Gunung ini terkenal sebagai salah satu gunung paling ekstrem di Pulau Jawa. Pasalnya, selain track yang cukup terjal, gunung ini juga memiliki puncak yang dikelilingi tebing. Di gunung ekstrem ini, pendaki juga harus waspada dengan pergantian cuaca yang ekstrem, tanah longsor dan juga angin kencang. Gunung yang terletak di Banyuwangi, Bondowoso Dan Jember ini, termasuk gunung yang cukup tinggi di Jawa karena memiliki ketinggian 3.344 mdpl.

Gunung Raung sebenarnya masih termasuk dalam Pegunungan Ijen di Jawa Timur, yang terdiri dari Gn. Suket dengan ketinggian 2.950 mdpl, Gn Pendil dengan ketinggian 2.338 mdpl, Gn. Rante dengan ketinggian 2.664 mdpl, dan Kawah Ijen. Raung sendiri menjadi gunung tertinggi dengan keunikan dan cerita khasnya.

gunung raung

Jalur Track ke Puncak Gunung Raung

Gunung Raung disebut sebagai gunung yang besar dan unik karena memiliki ciri yang berbeda dari gunung pada umumnya. Di gunung ini, terdapat Kaldera yang memiliki bentuk elips dengan kedalaman sekitar 500 m. Kaldera ini selalu mengeluarkan asap dan juga kerap mengeluarkan api. Di sekitar kaldera, terdapat kerucut dengan tinggi hampir 100 m. Gunung ini disebut sebagai gunung ekstrem karena selain memiliki kaldera di puncak, terdapat pula banyak puncak kecil yang mengitari kaldera sehingga membentuk jurang yang cukup curam. Meskipun demikian, ketika sampai di puncak, pengunjung tidak akan pernah merasa menyesal karena puncak gunung ini menyajikan pemandangan alam yang berbeda dan tentunya luar biasa.

Untuk sampai di puncak Gn. Raung, jalur pendakian yang paling mudah adalah dari Bondowoso menuju desa Sumberwringin. Perjalanan ini menggunakan kendaraan Colt melalui Sukosani. Perjalanan menantang Anda diawali dari desa Sumberwringin melewati kebun pinus dan kebun kopi menuju Pondok Motor. Di Pondok Motor ini, Pendaki disarankan untuk menginap sebelum memulai pendakian dengan waktu hampir 9 jam.

Track pendakian menuju puncak Wates Raung dimulai dengan melewati kebun selama hampir satu jam. Setelah itu, Anda akan memasuki hutan dengan track pendakian tidak lebih dari 20 derajat. Di hutan ini, pepohonan yang mendominasi adalah glentongan, takir dan arcisak. Track disini masih cenderung landai. Beberapa hal yang menjadi rintangan mendaki adalah banyaknya rumput berduri yang menyusahkan perjalanan Anda. Setelah 2 jam perjalanan, Anda akan mencapai ketinggian 1.300 sampai dengan 1.400 m. Perjalanan selanjutnya akan sedikit ekstrem dengan jalan yang berkelok-kelok dan naik turun hingga ketinggian 1.500 sampai dengan 1.600 m. Di ketinggian ini, mulai terlihat banyak pohon cemara. Lalu, perjalanan terus berlanjut menuju Pondok Sumur dengan ketinggian 1.750. Setelah melewati Pondok Sumur, track pendakian mulai susah dan tidak jelas karena sepanjang perjalanan hanya ada semak belukar, Teruslah mendaki hingga sampai di Pondok Demit.

Perjalanan tidak akan berhenti di Pondok Demit, pendaki harus tetap melanjutkan perjalanan hingga dicapai batas hutan. Di batas hutan inilah letak Pondok Mantri atau Parasan yang biasanya digunakan untuk berkemah dan beristirahat, Pondok Mantri ini memiliki ketinggian 2.900 – 3.000 m. Setelah berkemah dan beristirahat, perjalanan akan kembali dilanjutkan melalui padang alang-alang. Selanjutnya perjalanan menuju ke puncak agak sedikit berpasir dan terjal. Dari tempat berkemah sampai dengan Puncak Gunung Raung hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam saja.

Puncak Gunung ini berada pada ketinggian 3.344 mdpl dengan kawah kaldera yang sangat eksotis. Tidak ada jalur yang jelas untuk menuju dasar kawah. Pendaki yang nekat untuk menuruni kawah harus mempersiapkan peralatan keamanannya sendiri seperti tali temali dan peralatan lainnya. Satu hal yang perlu Anda perhatikan ketika mendaki gunung ini, yaitu selama perjalanan tidak ada mata air. Pastikan Anda membawa air minum yang mencukupi selama perjalanan. Tidak ada ijin apapun untuk mendaki. Pendaki hanya perlu melapor kepada kepala desa Sumberwringin saja.

gunung ruang

Erupsi Gunung Raung – 2015

Mitos Keangkeran Gunung Raung

Banyak pendaki yang menganggap bahwa Gunung Raung ini memiliki sisi angker yang nyata. Memang, di setiap gunung memiliki sisi mistisnya sendiri-sendiri. Itulah mengapa semua pendaki wajib mengetahui pantangan gunung. Salah satu bukti keangkeran gunung dengan puncak berupa kaldera ini dapat dilihat dari penamaan pos-pos di sepanjang perjalanan menuju puncak wates, yaitu mulai dari Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin. Semua nama tersebut memiliki sejarahnya sendiri-sendiri.

Puncak Sumur memiliki cerita sejarah yang cukup mistis. Di tempat ini kabarnya terdapat sumur yang sering dibuat bertapa oleh pertapa sakti dari Gresik. Sumur dan pertapa itu diyakini masih ada, namun tak kasat mata. Terkadang, di Pondok ini, saat berkemah, pendaki sering mendengar suara derap kaki kuda yang seakan melintasi belakang tenda.

Selanjutnya adalah Pondok Demit. Penduduk setempat percaya bahwa di tempat inilah pusat jual beli para lelembut atau yang dikenal dengan parset (pasar setan). Oleh karena itu, pada hari-hari tertentu sering juga terdengar suara bising seperti di pasar dengan iringan alunan musik Jawa. Lokasi parset ini terletak di timur jalur, tepatnya di sebuah lembah yang hanya ditumbuhi ilalang setinggi perut dan juga pohon perdu.

Selanjutnya ada Pondok Mayit. Disinilah lokasi yang memiliki sejarah paling menyeramkan. Dulunya, di tempat ini ditemukan sesosok mayat yang tergantung di sebuah pohon. Mayat ini adalah mayat seorang bangsawan Belanda yang dibunuh oleh para pejuang tanah air pada waktu itu. Tak jauh dari pondok ini ada Pondok Angin. Pondok Angin ini merupakan puncak terakhir yang digunakan sebagai base camp oleh para pendaki. Disebut sebagai pondok angin karena di puncak ini, angin sering bertiup dengan keras dan seakan meraung-raung. Mungkin karena sering diguncang angin besar yang meraung-raung, Gunung ini disebut sebagai Gunung Raung.

Terlepas dari cerita mitos yang menyeramkan, Keindahan Gunung Raung ini memiliki pemandangan alam yang luar biasa. Saat cuaca cerah, Anda juga bisa menyaksikan puncak Mahameru. Karena menjadi gunung yang paling tinggi di Pegunungan Ijen, pendaki dapat menyaksikan pemandangan gugusan gunung di sebelahnya. Di puncak, Anda pun dapat menyaksikan gemerlapnya kota Bondowoso dan Situbondo. Jika kota ini mendung, di Puncak Raung, Anda bisa menyaksikan cahaya kilat yang menjadi fenomena alam yang luar biasa.

Seperti yang telah dijelaskan tadi, gunung ini termasuk gunung yang paling ekstrem se-Pulau Jawa. Sebaiknya, untuk pendaki yang belum profesional, jangan mencoba untuk mendaki gunung ini. Mendaki Keindahan Gunung Raung membutuhkan perjuangan dan semangat besar para pendaki. Perjuangan ini akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan suguhan pemandangan alam yang luar biasa baik pada saat perjalanan maupun ketika sampai di puncak. Karena di gunung ini tidak ada sumber mata air, pendaki disarankan untuk membawa sedikitnya 10 liter air selama pendakian.

Sumber Referensi

tags:

Berlangganan PenjualWeb.Com via Email

Masukkan alamat e-Mail Anda untuk berlangganan artikel website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan artikel baru publish melalui e-Mail anda.

Purwakarta
085215065557
087776085557
admin[at]penjualweb.com