Menu
Toko Online Sudah Mendukung Fitur Ongkos Kirim Otomatis Yang Lengkap JNE/WAHANA/POS/TIKI/SICEPAT DLL

Pengertian Marhaenisme Sebagai Ideologi Sang Proklamator

Okt
15
2016
by : admin. Posted in : Artikel

Ir. Soekarno dikenal sebagai sang proklamator yang berperan sangat penting dalam kemerdekaan Indonesia. Jika Anda mengulik tentang beliau, salah satu ideologi yang erat kaitannya dengan Soekarno adalah marhaenisme. Ideologi ini sangat menentang penindasan terhadap manusia terhadap manusia lain dan juga bangsa. Ideologi terkait tentang kemanusiaan ini dikembangkan dari pemikiran langsung presiden Soekarno. Awalnya, ajaran ini digagas dengan tujuan meningkatkan kehidupan rakyat kecil yakni buruh dan petani yang hidupnya selalu dijajah oleh penguasa dan orang-orang kaya. Ideologi yang dicetuskan dan dikembangkan pada tahun 1927 ini adalah karya terbesar dari Soekarno atas pemikirannya.

marhaenisme

Asal mula nama marhaenisme sendiri diambil dari nama seorang petani yaitu Marhaen. Petani tersebut hidup di Indonesia kemudian bertemu dengan Soekarno. Dalam pertemuan tersebut, banyak pelajaran yang diperoleh sang Proklamator. Salah satunya adalah hasil produksi yang pas-pasan dan hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Padahal, lahan pertanian, alat-alat dan proses penanamannya dilakukan sendiri. Dari diskusi bersama petani tersebutlah Bung Karno berpikir terkait landasan apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk meningkatkan kehidupan rakyat kecil seperti Pak Marhaen tersebut. Ideologi yang terinspirasi dari Pak Marhaen ini dikembangkan oleh Soekarno. Yang mana di dalamnya tergambar kehidupan rakyat kecil yang harus ditindak lanjuti. artikel ini tidak membicarakan marhaenisme sebagai ideologi PNI.

Marhaenisme dan Pancasila, Apakah Masih Relevan di Era Globalisasi Ini?

Banyak yang bertanya-tanya apakah Pancasila dengan ideologi marhaenisme masih relevan meskipun di era globalisasi ini? Jawabannya adalah ya. Pasalnya, kedua prinsip antara keduanya tidak hanya terkait dengan ideologinya saja melainkan juga dari segi ekonomi. Justru dengan adanya Pancasila dan ideologi yang dicetuskan Soekarno tersebut, implementasinya akan sangat berdampak besar untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Di era globalisasi ini, ideologi yang diambil dari nama seorang petani Indonesia ini tentu saja menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan juga masyarakat dalam mewujudkannya. Masalahnya, zaman sekarang mengikis nasionalisme Indonesia dalam menerapkan prinsip-prinsip dari Pancasila. Selain masalah globalisasi ini, tantangan terbesar tentu ada pada diri masing-masing masyarakat dan pemerintah dalam implementasinya.

Ideologi marhaenisme yang pada masa Soekarno begitu fenomenal dan menggebu-gebu kini hilang ditelan masa. Suara para “marhaen” Indonesia hanya sekedar suara yang tidak didengar oleh para penguasa. Padahal Indonesia sudah merdeka lebih dari setengah abad, namun masih banyak rakyat kecil yang kelaparan, tidak berpendidikan dan dikhianati oleh keadilan yang “diciptakan” oleh penguasa yang tidak bertanggung jawab.

marhaenisme

Marhaenisme adalah teori yang berkembang dan dicetuskan pada era kapitalisme. Dimana ideologi ini berwujud kolonialisme dan imperialisme di Indonesia. Soekarno menggunakan perumusan ini sebagai teori dalam perjuangan dan juga politik. Tujuannya adalah membebaskan rakyat Indonesia dari penjajahan atas bangsanya sendiri. Ajaran ini memang memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia yang ingin menentang sistem kapitalisme. Istilah yang berasal dari nama Pak Marhaen ini sangat populer pada masa sebelum orde baru. Apalagi Soekarno yang merupakan anti-kapitalisme sangat berusaha untuk mengimplementasikan ideologi tersebut demi persatuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Salah satu karya pemikiran terbesar Soekarno ini tidak hanya mensejahterakan bangsa atas negerinya sendiri, namun juga agar bangsanya bisa lebih maju daripada negara-negara lainnya.

Bentuk Pengaplikasian Ideologi Marhaenisme

Sebagai bentuk upaya Soekarno dalam mengaplikasikan ideologi ini, beliau dan kawan-kawannya mendirikan sebuah Perserikatan Nasional Indonesia pada tahun 1927 yang kemudian berubah menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI). Sekedar informasi, azas politik yang diterapkan oleh partai adalah marhaenisme. Partai ini terbilang sangat berhasil kala itu karena mampu menggerakkan rakyat kecil yang di dalamnya mencakup hampir 90 persen masyarakat Indonesia, untuk melengserkan kekuasaan kolonial. Mulai dari adanya partai tersebut, ideologi yang dirumuskan Bung Karno menjadi salah satu azas perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan kolonial yang selama ini menghambat kesejahteraan bangsa. Dengan mengedepankan pikiran-pikiran rakyat, partai  ini berhasil menyuarakan faham “Marhaen” ke seluruh semua penjuru negeri.

Melihat  keberhasilan PNI, berdiri organisasi Malaya pada tahun 1930-an dengan nama Kesatuan Kaum Muda atau KMM yang dalam ideologinya sangat terpengaruh dengan faham marhaenisme. Tak hanya sampai disitu, muncul pula Partai Rakyat Malaya. PRM ini merupakan salah satu partai politik di tahun tahun 1955 yang mengadopsi azas Marhaenisme. Saking populernya, hampir 30 persen masyarakat Indonesia mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang Marhaenis. Hal tersebut terjadi pada pemilu tahun 1955. Terkenalnya faham “Marhaen” ini memang tidak bisa terlepas dari kemampuan Soekarno dalam menyuarakan pikirannya. Melalui pidatonya, Sang Proklamator memberikan pendidikan kepada masyarakat Indonesia mulai dari politik hingga azas Indeologi marhaenisme ini. Penjelasan yang diberikan juga sangat sederhana sehingga rakyat kecil bisa memahami maksud dengan adanya perumusan ideologi ini. Salah satu podium yang menjadi tempat Soekarno memberikan penyulusan terkait ideologi ini adalah di Konferensi Partindo yang dilaksanakan di Mataram pada tahun 1933.

Dalam pidatonya tersebut, Soekarno memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia terkait dengan esensi paham marhaen dalam ideologi perjuangan, persatuan dan juga ajaran politik. Ideologi tentang “Marhaen” ini merupakan salah satu cara sang presiden pertama untuk memperjuangkan hak-hak rakyat kecil. Azas ini juga bertujuan untuk menghilangkan imperialisme dan kapitalisme yang selama ini menindas dan membuat rakyat jelata semakin tersiksa.

Ideologi Marhaenisme sebenarnya tersusun atas tiga pokok pikiran Soekarno, diantaranya adalah sosio-demokrasi, analisa kelas marhaen dan sosio-nasionalisme. Tiga pemikiran inilah yang akhirnya membuat Soekarno mencetuskan ideologi ini. Analisa kelas yang dimaksud adalah kelas sosial mana saja yang bisa menjadi salah satu agen terbaik dalam membantu kaum rakyat jelata. Marxisme merupakan salah satu analisa kelas yang dijadikan Soekarno sebagai lompatan kelas sosial yang bertugas mengubah relasi produksi supaya bisa sejalan dan beriringan dengan kemajuan teknologi yang produktif. Meskipun sudah ada lompatan kelas sosial tersebut, masyarakat Indonesia masih harus berupaya lebih keras karena dominan pemilik produksi di tanah air masih dikategorikan kecil, misalnya saja perdagangan kecil-kecilan, pertanian kecil, dan bisnis kecil lainnya. Sehingga tak mengherankan jika kehidupan masyarakat masih dikatakan berkembang meskipun sudah merdeka selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

Pada intinya, rakyat yang disebut dengan “Marhaen” adalah rakyat memiliki usaha produksi kecil. Dimana dalam kegiatan produksi tersebut tidak menggunakan tenaga orang lain. Hasil produksinya pun hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan berkembangnya zaman, penamaan “Marhaen” kini mencakup kelas sosial yang lebih luas mulai dari kaum tani berupah minim, kaum buruh dan kaum melarat yang ada di Indonesia.

Sosio-nasionalisme merupakan salah satu pijakan marhaenisme yang memang bertujuan untuk menyatukan visi dan misi rakyat Indonesia untuk mencapai kejayaan nasional.  Yang mana juga dimaksudkan untuk menciptakan masyarakat yang tidak lagi tereksploitasi dan tertindas oleh kelas atas. Sementara sosio-demokrasi merupakan antitesa demokrasi parlementer yang hanya menjamin kebebasan masyarakat dalam berekonomi.

Demikian ulasan terkait dengan pengertian Ideologi marhaenisme sebagai salah satu karya besar yang dicetuskan Bung Karno. Semoga ulasan ini menambah wawasan Anda sebagai warga Indonesia.

Berlangganan PenjualWeb.Com via Email

Masukkan alamat e-Mail Anda untuk berlangganan artikel website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan artikel baru publish melalui e-Mail anda.

Purwakarta
085215065557
087776085557
admin[at]penjualweb.com