Menu
Toko Online Sudah Mendukung Fitur Ongkos Kirim Otomatis Yang Lengkap JNE/WAHANA/POS/TIKI/SICEPAT DLL

Pembahasan Ringkas Mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

Nov
21
2016
by : admin. Posted in : Artikel

Perkembangan dunia internet bagitu cepat merambah hampir keseluruh dunia. Pemanfaatan internet pada masa sekarang tidak hanya untuk keperluan kenegaraan, instansi perusahaan, pekerjaan formal, penelitian, pendidikan, dan kesehatan; melainkan sudah berkembang menjadi kebutuhan sehari-hari dan masuk pada tahap pembentukan semacam ”budaya” baru masyarakat kita—entah modern atau belum modern, karena semua lapisan masyarakat tengah memiliki bentuk baru dalam mengupayakan aktifitas sehari-hari. Masyarakat yag telah membangun tahapan baru dalam dunia informasi dan komunikasi perlu untuk memiliki pedoman khusus utuk mengatur beberapa kesepakatan tatacara terkait sistem informasi, pertukaran data, transaksi internet dan lain sebagainya. Pemerintahan negara telah membuat aturan terkait seputar informasi dan transaksi elektronik. Peraturan telah secara resmi membuat peraturan untuk keperluan tersebut dan telah disahkan pada tanggal 25 Maret 2008 yang termaktub dalam Undang-Undang Informasi Elektronik (UU ITE).

UU ITE

UU ITE mengatur ketentuan untuk setiap orang baik yang di wilayah hukum Indonesia maupun di luar hukum Indonesia yang melakukan perbuatan hukum dan merugikan. Undang-undang ini mengatur berbagai ketentuan hukum seputar penggunaan dan pemanfaatan media internet. Secara ringkas, hal-hal yang dibahas dalam UU ITE menyangkut beberapa hal, yaitu :

  1. Definisi dan penjelasan mengenai informasi elektronik
  2. Ketentuan mengenai data elektronik, tanda tangan elektronik, untuk dijadikan sebagai data bukti atau transaksi
  3. Pengaturan seputar hak kekayaan intelektual
  4. Ketentuan seputar asusila, perjudian, pemerasan, dan penghinaan
  5. Ketentuan seputar berita bohong yang menyesatkan, kebencian, dan permusuhan
  6. Ketentuan tentang akses data elektronik, akses komputer tanpa ijin, dan cracking
  7. Ketentuan mengenai hal penyadapan, perubahan, dan penghilangan data elektronik
  8. Ketentuan seputar pemindahan data, pembukaan dan perusakan dokumen rahasia
  9. Ketentuan terkait rekayasa dokumen agar terlihat otentik
  10. Membahas hal seputar virus elektronik

Menurut beberapa kalangan di bidang hukum dan politik, UU ITE mempunyai berbagai macam sisi positif, diantaranya yaitu membuka peluang baru bagi banyak pihak seperti kalangan pebisnis, pengusaha, pelaku UKM dan startup. Hal itu karena ketentuan penyelenggaraan sistem elektronik sudah berbadan hukum sehingga untuk keperluan transaksi tertentu berbagai pihak dari produsen sampai konsumen memiliki jaminan keamanan dalam kegiatan transaksi elektronik. Tentunya hal tersebut bisa memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, dan juga menambah pemasukan ekonomi bagi negara. Dengan adanya suatu kejelasan peraturan, hal tersebut juga membuka peluang untuk pemberdayaan internet di daerah terpencil, sehingga melalui media internet bisa terjadi pemerataan pemberdayaan masyarakat, melalui informasi, pendidikan , dan distribusi suatu barang tertentu semakin cepat dan mudah. UU ITE juga menjamin perlindungan untuk keperluan luar negeri, dan juga merupakan salah satu solusi untuk meminimalisir penyalahgunaan internet.

Selain efek sisi positif, terdapat sejumlah pendapat dari berbagai pihak bahwa UU ITE tersebut berpotensi membatasi hak kebebasan berekspresi, berpendapat, dan menghambat kreativitas. Di sisi lain padahal sudah jelas bahwa negara menjamin kebebasan untuk mengeluarkan pendapat. Contoh sebuah kasus yaitu perkara yang dialami oleh Prita Mulyasari dengan Rumah Sakit Omni Internasional. Diawali dengan mengirim e-Mail ke Surat Pembaca Detik.Com, Prita terkena pasal UU ITE karena dianggap mencemarkan nama baik lewat media internet. Sedangkan telah terdapat ketentuan UU konsumen yang mengatur hak konsumen menyampaikan keluh kesah seputar pelayanan umum. Dalam kasus ini terlihat seakan-akan antara UU ITE dan UU konsumen saling tumpang tindih. Dari berbagai macam kasus yang pernah terjadi, kemudian muncul suatu gagasan untuk merevisi undang-undang tersebut.

Nah, demikianlah sedikit pembahasan seputar ITE. Terlepas dari sisi positif dan negatif, semuanya itu merupakan proses pembentukan ketentuan aturan yang berkesinambungan; karena memang hidup memerlukan aturan dan kesepakatan bersama agar semua pihak mendapatkan dan merasakan kata “adil”. Semoga bermanfaat, terimakasih.

Berlangganan PenjualWeb.Com via Email

Masukkan alamat e-Mail Anda untuk berlangganan artikel website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan artikel baru publish melalui e-Mail anda.

Purwakarta
085215065557
087776085557
admin[at]penjualweb.com