Menu
Toko Online Sudah Mendukung Fitur Ongkos Kirim Otomatis Yang Lengkap JNE/WAHANA/POS/TIKI/SICEPAT DLL

Biografi Singkat Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo

Des
26
2016
by : admin. Posted in : Artikel

Profil Frans Kaisiepo terlahir dari pasangan Alberthina & Albert Kaisiepo di Kampung Wardo, Biak barat, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada tanggal 10 Oktober 1921, beliau telah meninggal di Jayapura, Papua, pada umur 57 tahun tepat tanggal 10 April 1979, Frans Kaisiepo adalah seorang pahlawan nasional Indonesia dari tanah Papua sesuai SK Presiden : Gelar Pahlawan Nasional Keputusan Presiden No. 077/TK/1993, ditanggal 14 September 1993. Frans terlibat dalam Konferensi Malino ditahun 1946 yang telah membicarakan kesepakatan pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai delegasi dari Papua. beliau memberikan usulan nama Irian, dimana kata tersebut yang berarti beruap dalam bahasa Biak . Selain dari pada itu, ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Papua diantara tahun 1964 hingga 1973. jasad Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih, Biak Jayapura. Untuk mengenang jasa-jasanya, namanya diabadikan sebagai nama suatu Bandara Udara di Biak  bandara Frans Kaisiepo, Selain itu namanya juga di abadikan di salah satu KRI yaitu KRI Frans Kaisiepo, kapal perang korvet kelas Sigma milik TNI AL.

Frans Kaisiepo

wikipedia

Pada tanggal 19 Desember 2016, atas jasa jasanya, Pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden Ri Resmikan Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Tahun Emisi 2016, dan mengabadikan beliau di pecahan uang kertas rupiah baru, pada pecahan Rp. 10.000,

Frans Kaiseipo

Frans Kaisiepo tumbuh dengan Jiwa kebangsaan semenjak beliau berkenalan dengan mantan guru di sebuah Taman Siswa yang diasingkan ke Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. di Bulan Juli tahun 1946, Frans penggagas berdirinya Partai Indonesia Merdeka (PIM) di Biak. Saat Belanda mengadakan Konferensi Malino di Provinsi Sulawesi Selatan yang membahas rencana pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT), Frans Kaisiepo menjadi anggota sebagai wakil dari Irian Barat.

Frans Kaisiepo menentang rencana Belanda tersebut. Bahkan, ia kemudian mengganti nama Netherland Nieuwe Guinea dengan IRIAN yang merupakan kependekan dari Ikut Republik Indonesia Anti Netherland. Frans Kaisiepo dan rakyat Biak kemudian terus mengadakan perlawanan menentang penjajah kompeni Belanda yang berada di Irian.

Frans Kaiseipo

Frans menolak diangkat sebagai anggota Delegasi Belanda, Disaat Konferensi Meja Bundar (KMB), sehingga beliau dihukum lalu kemudian diasingkan ke daerah yang sangat terpencil. dimana Konferensi Meja Bundar tersebut menghasilkan sebuah keputusan pengakuan kedaulatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, kompeni Belanda ngeyel  untuk bersikeras, bahwa Irian termasuk ke dalam wilayahnya. pada Tanggal 19 Desember 1961, Presiden Soekarno menginstruksikan Trikora (Tri Komando Rakyat) sebagai upaya pembebasan Irian yang dilanjutkan dengan operasi militer. Frans Kaisiepo turut aktif membantu TNI untuk dapat mendarat di Irian Barat.

Perjuangan dilanjutkan melalui jalur diplomasi, Ketika Trikora sudah berakhir, pada Tanggal 1 Mei 1963, secara resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerahkan Irian Barat kepada pemerintahan RI. Frans Kaisiepo diangkat menjadi gubernur yang pertama dan bertugas melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA). Pahlawan Nasional ini pernah menduduki Gubernur Papua pada periode 1964 hingga 1973. Semoga artikel mengenai biografi Frans Kaisiepo ini membuka pikiran, mata dan hati mereka yang sudah melontrakan kata-kata tidak pantas di socmed itu, agar dapat menghargai selalu jasa pahlawan yang sudah berjuang untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber Artikel

Berlangganan PenjualWeb.Com via Email

Masukkan alamat e-Mail Anda untuk berlangganan artikel website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan artikel baru publish melalui e-Mail anda.

Purwakarta
085215065557
087776085557
admin[at]penjualweb.com